Jalan Buntu, Bukan Jalan Habis
Kucoba buka pintu pagi
Tapi engselnya berkarat sepi
Usaha kubangun dari tulang punggung
Kini rebah, menagih untung
Rejeki seperti awan tinggi
Kulihat, tapi tak bisa kusentuh lagi
Setiap langkah terasa macet
Seperti roda di lumpur pekat
Tapi dengar, wahai hati yang letih
Jalan buntu bukan berarti habis
Di ujung gang yang kau kira mati
Mungkin Tuhan sedang membuatmu berhenti
Agar tak jatuh lebih dalam
Agar kau lihat celah di dinding diam
Sebab rejeki tak selalu datang berlari
Kadang ia menyamar jadi sabar hari ini
Tenang... macet bukan berarti berhenti
Kau hanya sedang di lampu merah semesta
Nanti hijau. Nanti jalan. SL - SR
Tags:
puisi
